Berita

Wali Kota Depok, Mohammad Idris ‘Hidupkan’ Kembali LK3

Sahabatidris.com-“Sebenarnya sudah lama sekali LK3 ini vakum karena sudah sejak tahun 2013 peraturan menterinya sempat terbentuk namun saat itu kurang efektif,” ujar Wali Kota Depok Dr. KH. Mohammad Idris saat melantik pengurus Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) periode 2017-2019, Selasa (31/10).

Orang nomor satu di Kota Depok kembali menghidupkan LK3 yang sempat vakum. Dengan bermodalkan tenaga-tenaga profesional yang mempunyai persepsi, wawasan, pengalaman sesuai keahlian di bidangnya masing-masing, Kiai Idris berharap kehadiran LK3 mampu membantu menyelesaikan persoalan-persoalan di kota Depok ini.

Mohammad Idris mengungkapkan, sejatinya keorganisasian LK3 merupakan amanat undang-undang, pembentukannya mulai dari PP hingga ke permennya juga di SK-kan oleh kepala daerah. Jadi, secara tidak langsung, LK3 ini adalah organisasi pemerintah yang tidak bisa dilepaskan dari kerja-kerja pemerintah.

“Untuk itu, saya mengamanatkan kepada pengurus LK3 untuk kegiatan program hendaknya disinkronisasi dengan peraturan daerah yang sudah dimiliki oleh Pemkot. Misalnya, Perda Ketahanan keluarga, Perda Kota Layak Anak juga Perda tentang RPJMD yang didalamnya terdapat program unggulan ketahanan keluarga,” pesan Idris.

Ketua TP PKK Kota Depok Hj. Elly Farida yang turut hadir dalam acara pelantikan ini menegaskan, pihaknya siap untuk bekerjasama dengan LK3 Kota Depok. Sinergi ini direncanakan melalui para kader dan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di masing-masing kelurahan.

“Kami akan terus bersinergi jika ada permasalahan yang dialami masyarakat terutama bagi ASN,” ucap perempuan yang akrab disapa Bunda Elly, itu.

Ia pun berharap, dengan sinergi ini nantinya permasalahan keluarga dapat diselesaikan secara optimal. Terlebih dalam upaya preventif atau pencegahan. Sehingga, program ketahanan keluarga dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dapat terealisasi.

“LK3 penanganannya lebih meluas tidak hanya masalah anak dan perempuan saja, tetapi ada beberapa lembaga yang dapat bersinergi bersama LK3 untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *