Berita

Idris Tekankan Pentingnya Pemahaman Islam Rahmatan lilalamin

SahabatIdris.com- Rabu, (21/08/1) bertempat di Hotel Bumi Wiyata kurang lebih 100 orang penggiat Dakwah di Kota Depok yang terdiri dari ulama, Asatidz dan pengurus DKM mengikuti sarasehan dakwah yang di gelar Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Pemerintah Kota Depok.

Kegiatan yang rutin dilakukan sejak tahun 2016 ini mengambil tema tentang meneguhkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin atau Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang turut membukan kegiatan tersebut menekankan pentingnya pemahaman Islam rahmatan lil alamin.

“Rahmatan lil alamin kalau salah persepsi bisa ada kesalahan. Selanjutnya, salah persepsi bisa berdampak fatal, orang akan mudah menuduh sebagai kelompok radikal, ekstremis hanya karena salah pemahaman,” ujar Mohammad Idris.

Idris berharap output sarasehan kali ini bisa menciptakan berbagai rekomendasi untuk kemajuan Dakwah di Kota Depok, khususnya masukan untuk Pemkot Depok. Karena nantinya rekomendasi ini  bisa masuk ke dalam Focus Group Discussion (FGD) hingga workshop Dakwah di Kota Depok.

“Rekomendasi ini tentunya sangat kita harapkan. Jangan sampai pertemuan hari ini sia-sia karena tentu saja rekomendasi yang dihasilkan untuk masa depan dakwah Islam di Depok,” ujar Mohammad Idris.

Alumni Pondok Gontor tersebut mengajak ulama se-Depok untuk terus melakukan dakwah Islam yang santun dan merangkul. Hal tersebut terkait dengan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin atau yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, termasuk lingkungan, atau makhluk hidup lainnya. Maka harus tercermin dalam setiap langkah dakwah yang dilaksanakan oleh ulama.

“Orang mukmin itu kalau kata Nabi Muhammad SAW seperti lebah, jangan digoda. Namun kita ambil manisnya untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Kalau ada yang jelek dari lebah harus dihindari. Begitu pula dengan berdakwah harus santun dan merangkul,” ujar Idris.

Dikatakannya pula antara pemuka agama hendaknya melakukan suatu hal yang jernih khususnya memiliki kedewasaan dalam berpolitik. Sebab, dengan kedewasaan berpolitik ini menjadi motivasi kerja untuk melakukan pengabdian pada negara, tentu dengan hati yang bersih.

“Dari sini kita berpikir jernih. Ketika ada satu hal yang mengganjal langsung melakukan klarifikasi, kita diskusi,” harap Mohammad Idris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *