Catatan

Catatan Idul Fitri 1437 H KH M Idris

Kembali Pada Kebaikan Idul Fitri yang menjadi muara bulan Ramadhan yang telah berpuasa selama tiga puluh hari menahan segala hawa nafsu. Moment yang penuh pembelajaran bagi manusia untuk lebih menyadari akan jati dirinya dan menambah ketaqwaan kepada Allah SWT.

Begitu banyak hal yang telah dilewati selama Ramadhan dengan berbagai kegiatan Pemerintah Kota Depok yang menyentuh masyarakat seperti tarawih Keliling (Tarling) ke setiap pelosok kecamatan di Kota Depok.

Hal ini sekaligus untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari warga dalam pembangunan Kota Depok dengan menyertakan setiap kepala dinas agar tuntas dan menjawab keluhan warga Kota Depok.

“Kembali kepada fitrah, kepada Islam, kembali kepada nilai prinsip kebaikan dari Allah SWT. Seperti revitalisasi pengamalan nilai-nilai agama,” (catatan Idris)

Bagi KH Mohammad Idris Abdul Shomad, Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kkewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata “Id” berdasar dari akar kata “aada-yauudu” yang artinya kembali sedangkan “fitri” bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci.

Semangat merayakan hari raya besar Islam Idul Fitri, dan semangat silaturahim menjadi hal yang begitu berkesan dalam moment moment Idul Fitri bagi Walikota Depok, KH Mohammad Idris Abdul Shomad.

Tak kalah berkesan, Idul Fitri sudah menjadi hal lazim merupakan yang ditunggu untuk berbagai sajian khas. “Ketupat plus sayur pepaya pakai semur Betawi atau opor ayam adalah menu favorit saat Idul Fitri,” ujar KH Mohammad Idris Abdul Shomad. Lebih mengesankan lagi saat bersilaturahmi kepada sesama.

Pihaknya juga mengadakan silaturahmi atau open house untuk  yang Insya Allah, akan diadakan pada hari pertama Idul Fitri Pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB. Juga pada hari kedua sejak pagi hingga malam harinya,” kata Walikota Depok yang akrab dipanggil Kyai Idris.

Dalam suasana Idul Fitri Walikota Depok, KH Mohammad Idris Abdul Shomad memiliki harapan kepada masyarakat Kota Depok untuk menjaga dan merawatlah nilai-nilai takwa kita sebagai bekal menjadikn Depok kota yang religius; dengan komitmen iman, ibadah dan komitmen doa untuk kebaikan.

“Hendaknya jadikan diri kita lebih memiliki integritas terhadap bangsa dan negara serta agama. Juga memiliki etos kerja agar lebih baik dalam melayani sesama serta memiliki nilai gotong royong dalam kebersamaan untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” (Catatan Idris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *